
Cara simpel memilih furnitur rumah yang estetik
Memilih furnitur memang gampang-gampang susah. Seringkali kita jatuh cinta pada sebuah sofa di toko, tapi begitu sampai di rumah, ukurannya malah bikin ruang tamu terasa sesak atau warnanya bertabrakan dengan cat dinding.Berikut adalah panduan simpel untuk memilih furnitur agar rumah tetap terlihat estetik tanpa harus menguras energi.1. Tentukan Palet Warna DasarSebelum membeli apa pun, tentukan 2-3 warna utama yang akan mendominasi ruangan.Warna Netral: Memberikan kesan luas dan tenang (putih, krem, abu-abu).Warna Aksen: Digunakan untuk bantal sofa, karpet, atau dekorasi kecil agar ruangan tidak membosankan.2. Ukur Ruangan dengan TelitiJangan mengandalkan insting. Furnitur yang terlalu besar (oversized) akan membuat ruangan terasa pengap, sedangkan yang terlalu kecil akan membuat ruangan terlihat "kosong" dan tidak proporsional. Gunakan lakban di lantai untuk mensimulasikan ukuran furnitur sebelum membelinya.3. Pilih Desain yang TimelessTren furnitur cepat berganti. Jika Anda ingin investasi jangka panjang, pilihlah furnitur dengan garis desain yang simpel dan material yang kokoh seperti kayu solid atau besi minimalis. Anda bisa bermain dengan estetika melalui pernak-pernik yang mudah diganti.Pro & Kons Memilih Furnitur Berdasarkan Kondisi RuanganMemilih furnitur yang estetik harus disesuaikan dengan realita ruangan Anda. Berikut perbandingannya:Kondisi RuanganPilihan FurniturPro (Kelebihan)Kon (Kekurangan)Ruang SempitFurnitur Multifungsi (Sofa bed, meja lipat)Hemat tempat dan membuat ruangan tetap rapi.Biasanya desainnya terbatas dan kurang empuk dibanding furnitur biasa.Langit-langit RendahFurnitur Berkaki Pendek (Low-profile)Menciptakan ilusi langit-langit yang lebih tinggi dan lega.Terkadang kurang ergonomis bagi orang yang sangat tinggi.Ruang Kurang CahayaFurnitur Material Kaca/TransparanMemantulkan cahaya dan memberikan kesan "melayang" (ringan).Cepat terlihat kotor oleh sidik jari dan butuh perawatan ekstra.Ruang Open PlanRak Buku Terbuka sebagai PenyekatMembagi fungsi ruang tanpa menutup aliran udara/cahaya.Jika barang berantakan, estetika seluruh ruangan langsung terganggu.Tips Tambahan: Kualitas di Atas KuantitasLebih baik memiliki satu kursi santai yang berkualitas dan estetik daripada memenuhi ruangan dengan banyak kursi murah yang cepat rusak. Ruangan yang estetik justru seringkali lahir dari konsep less is more. Cek referensi desain lain selengkapnya disini ya.


